Memuat...

  • 27 Oct, 2026

Napak Tilas Jejak Raden Wijaya, Wujud Pewarisan Tekad dan Martabat Kewijayakusumaan bagi Mahasiswa Baru UWKS

Napak Tilas Jejak Raden Wijaya, Wujud Pewarisan Tekad dan Martabat Kewijayakusumaan bagi Mahasiswa Baru UWKS

SURABAYA — Universitas Wijaya Kusuma Surabaya (UWKS)  kembali menggelar kegiatan napak tilas pada Sabtu 26 September 2026. Kegiatan ini digelar sebagai upaya menanamkan wawasan sejarah sekaligus membentuk karakter para mahasiswa baru 3 minggu pasca mereka menempuh pendidikan di kampus tersebut.

Para mahasiswa baru diajak menyusuri lima titik yang memiliki keterkaitan erat dengan sejarah berdirinya UWKS. Perjalanan dimulai dari Kampus UWKS, dilanjutkan ke Sekretariat Yayasan Wijaya Kusuma yang menjadi cikal bakal berdirinya kampus ini.

Rombongan kemudian melanjutkan perjalanan ke Trowulan, Mojokerto, untuk mengunjungi Gapura Wringinlawang, gerbang bata merah peninggalan abad ke-14 yang dipercaya sebagai pintu masuk menuju ibu kota Kerajaan Majapahit. Dari sana, perjalanan berlanjut ke Pendopo Agung Trowulan, bangunan yang dahulu menjadi bagian dari kompleks istana Kerajaan Majapahit dan dikenal luas sebagai lokasi Mahapatih Gajah Mada mengucapkan Sumpah Palapa. 

Titik terakhir yang disinggahi adalah Candi Penataran di Blitar, kompleks percandian terluas di Jawa Timur yang dibangun secara bertahap sejak masa Kerajaan Kediri, Singasari, hingga Majapahit.

Setiap jejak yang ditelusuri sepanjang perjalanan ini membawa mahasiswa baru semakin memahami akar sejarah yang melandasi berdirinya UWKS, sekaligus menghayati semboyan "Agung Wimbuh Linuwih" yang berarti (selalu tumbuh, berkembang, dan meningkat menjadi lebih baik) telah menjadi jati diri kampus ini. 

Semboyan tersebut tumbuh dari keteguhan sikap Raden Wijaya, yang tetap tatag atau berani menghadapi tantangan, teteg dalam artian tenang dan mantap dalam bersikap, tanggon sebagai sosok yang bisa diandalkan, teguh memegang prinsip, hingga trap silo atau bijaksana dalam bertindak dan mengambil keputusan. Kelima watak inilah yang terus dihidupkan sebagai warisan karakter bagi generasi penerus UWKS.

Melalui rangkaian napak tilas ini, UWKS berharap mahasiswa baru tidak hanya memahami sejarah dan filosofi di balik nama Wijaya Kusuma, tetapi juga tumbuh menjadi generasi yang memegang teguh tekad dan martabat kewijayakusumaan sepanjang perjalanan akademiknya.

Editor: Muhammad Daffa Akbar