Memuat...

  • 02 Oct, 2026

Diskusi Publik UWKS, Mengurai Benang Kusut Pelanggaran HAM Dari September Hitam Hingga Janji Reformasi

Diskusi Publik UWKS, Mengurai Benang Kusut Pelanggaran HAM Dari September Hitam Hingga Janji Reformasi

Surabaya, 28 September 2026 — Istilah September Hitam akan menjadi perhatian masyarakat setiap bulan September. Istilah tersebut digunakan oleh sejumlah kelompok masyarakat untuk mengenang berbagai peristiwa kekerasan dan dugaan pelanggaran hak asasi manusia (HAM) yang terjadi di Indonesia.

Bapak Andreas Pardede selaku narasumber ruang diskusi publik menyikapi september hitam lebih dikaitkan oleh kasus pada tahun 65 berpandang bahwa G30s PKI (Gerakan 30 September Partai Komunis Indonesia) lebih pada satu upaya gerakan kudeta dari pemerintahan dari era soeharto, yang didalam kudeta tersebut ada kompleksitas yang salah satunya melanggar HAM karena adanya penghilangan nyawa secara terpaksa yang seharusnya diadili secara hukum.

Cara Abang Andreas Pardede mempercayai bahwa HAM di negara ini dikendalikan oleh hukum di negara ini, ketika mundur ke masa dimana muncul kasus kematian ojol yang ditindas oleh kendaraan brimob adalah tindakan yang perlu mendapatkan proses yang serius oleh negara dalam hukum yang mengakibatkan hilangnya nyawa ojol pada saat itu apa yang dilakukan polisi-polisi yang pada saat itu terlibat ke kasus ojol itu jauh dari rasa keadilan.

Untuk tanggapan abang andreas untuk anak muda yang sudah mulai  apatis karena sering disuguhi oleh berita berita yang mengecewakan, abang andreas sudah ada gerakan gerakan dari masyatakat sipil dari mahasiswa tapi tidak terkonsol dengan baik sehingga tidak ada reaksi maupun tanggapan dari rezim yang berkuasa yang mau melakukan perubahan. Di sisi lain masyarakat sipil terutama mahasiswa, jangan sampai jatuh pada apatisme karena ketika kita jatuh pada apatisme negara kita akan berubah menjadi negara yang otoriter.

Pentingnya membicarakan persoalan HAM di kalangan mahasiswa bagi presiden mahasiswa UWKS. Mahasiswa harus peka dan bijak terkait dengan HAM apalagi hari ini masih banyak pelanggar HAM di lingkungan kampus atau mahasiswa bukan hanya di luar kampus contoh hal seperti pelecehan seksual kita sebagai mahasiswa harus peka melihat bagaimana kita memanusiakan manusia agar kita sesama mahasiswa di sesama kampus bisa saling menghargai. Menurut Adhetri Torangi selaku presiden mahasiswa sejauh ini mahasiswa masih sangat peka dan peduli terkait HAM, 

"buktinya kita menyelenggarakan diskusi publik mengangkat tema bagaimana cara menyikapi HAM dan mahasiswa masih peduli dengan cara menyikapi HAM" kata Adhetri Torangi selaku presiden mahasiswa

Pesan dari Adhetri Torangi selaku presiden mahasiswa, kita harus tetap mempunyai rasa kepedulian dan rasa kekeluargaan kepada sesama mahasiswa karena jika kita mempunyai rasa kepedulian maka otomatis pelanggaran HAM tidak selalu terjadi meskipun di masyarakat atau di area kampus.

 

Editor: Muhammad Daffa Akbar