Memuat...

  • 18 Apr, 2026

Pagelaran Bahasa HMPS PBSI 2026 : Tingkatkan Cinta Sastra Generasi Muda

Pagelaran Bahasa HMPS PBSI 2026 : Tingkatkan Cinta Sastra Generasi Muda

Foto bersama Pagelaran Bahasa Himpunan Mahasiswa (HMPS) Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia (PBSI) di Gedung Poncowaliko Universitas Wijaya Kusuma Surabaya (UWKS), Rabu (11/02/2026), Foto: Desinta Indah

 

SURABAYA – Bangsal Poncowaliko Universitas Wijaya Kusuma Surabaya dipenuhi dengan antusiame peserta pagelaran bahasa pada Rabu (11/02/2016). Kegiatan tahunan yang diadakan oleh Himpunan Mahasiswa Pendidikan Bahasa Indonesia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Wijaya Kususma Surabaya kali ini mengusung tema BERAKSI (Berbahasa dengan hati, membangun ekspresi melalui puisi) acara yang diharapkan mampu membangun rasa cinta kalangan muda terhadap sastra Indonesia ini berjalan dengan sukses. 

Kegiatan pagelaran bahasa yang diharapkan mampu memperkenalkan budaya dan sastra ini memiliki dua cabang lomba, diantaranya adalah lomba baca puisi dan lomba cipta puisi. Semangat 81 peserta lomba baca puisi dapat dirasakan di dalam ruang bangsal poncowaliko, sedangkan lomba cipta puisi yang diikuti 71 peserta dilaksanakan secara daring melalui website. Ikka Puspa Wulandari selaku ketua pelaksana kegiatan pagelaran tahun 2026 berujar bahwa kegiatan ini bertujuan untuk membangun daya literasi anak anak Indonesia, bagaimana kita mengekspresikan diri melalui kata-kata dalam puisi.

Mohammad Amir Tohar, Achmad Zainuri serta Drs. Agung Pranoto, M.Pd melengkapi perlombaan baca puisi tahun ini sebagai dewan juri. Tohar yang sering dikenal dengan nama penulis Aming Aminoedhin dan menjadi salah satu dewan juri yang pernah menerima predikat Presiden Penyair Jawa Timur ini berujar, “Lomba seperti ini bagus untuk meningkatkan kembali minat anak muda terhadap sastra,  karena sastra itu menyejukkan hati” ujarnya. 

Lomba baca puisi yang dipenuhi puisi-puisi karya penyair besar Indonesia seperti Chairil Anwar, Joko Pinurbo dan Taufik Ismail ini berhasil membawa tiga pemenang. Pandu Nurseto Aji, pemenang juara satu lomba baca puisi berpendapat bahwa puisi adalah salah satu sastra yang mampu mengekpresikan diri melalui kata, sedangkan Nauva Zahara Mecca sebagai peraih juara dua berpendapat bahwa puisi adalah bentuk dari kata kata yang mampu menjelaskan isi pikiran dan hati penyair kepada pendengar. 

Sedangkan disisi lain, Muhammad Teguh pemenang juara tiga lomba baca puisi membagikan kesan positif yang didapat selama perlombaan, Teguh menyampaikan rasa terima kasih pada penyelenggara kegiatan yang mampu menata sedemikian rupa acara perlombaan baca puisi dan cipta puisi tahun ini. Terselenggaranya kegiatan ini tidak luput dari kerja sama antar panitia serta beberapa bentrok yang terjadi antar panitia. Feby Febrianti selaku ketua umum Himpunan Mahasiswa Pendidikan Bahasa Indonesia berujar, “diluar kesuksesan terselenggaranya kegiatan ini, panitia berhadapan dengan banyaknya miskomunikasi”. 

Pagelaran bahasa oleh Himpunan Pendidikan Bahasa Indonesia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Wijaya Kususma Surabaya menjadi salah satu jembatan untuk generasi kini mengenal dan mencintai kembali sastra yang kian tergerus zaman. Lomba-lomba yang meningkatkan minat baca dan tulis menulis sastra ini berhasil menjadi tombak baru untuk memperluas lagi perkenalan sastra melalui siswa siswi SMA SMK sederajat. Berharap dengan adanya kegiatan ini, sastra kembali menjadi budaya kuat Indonesia.

Editor: Daffa Livia