Foto Finalis Youth Influencer Visit To beranda Jatim.
SIDOARJO – Paguyuban Youth Influencer Jawa Timur menggelar kegiatan “Youth Influencer Visit to Beranda Jatim” sebagai bagian dari rangkaian karantina finalis pada Minggu (3/5/2026). Kegiatan ini bertujuan membekali para finalis dengan wawasan, keterampilan, serta pengalaman langsung dalam mengembangkan peran sebagai influencer yang berdampak.
Acara yang berlangsung di Beranda Jatim ini dibuka oleh Direktur Youth Influencer, Elzy Aureliya. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya peran generasi muda dalam membangun citra positif daerah melalui media digital.
Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan dengan prosesi Sashing Ceremony yang dipandu oleh Ketua Pelaksana, Nur Azizah, sebagai simbol pengukuhan para finalis dalam mengikuti masa karantina.
Pada sesi pembekalan, para finalis menerima materi dari sejumlah pemateri berpengalaman. Tegar Maulana menyampaikan wawasan seputar dunia konten kreatif, sementara MH Agiel Taghziyat membawakan materi kepemimpinan yang menekankan pentingnya karakter dalam membangun personal branding.
Selain itu, peserta juga mendapatkan pembekalan dari Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur mengenai peran Beranda Jatim sebagai wadah promosi produk UMKM unggulan daerah. Materi ini memberikan pemahaman tentang pentingnya kolaborasi antara influencer dan pelaku UMKM dalam memperluas jangkauan pasar.
Kegiatan dilanjutkan dengan kunjungan langsung ke area Beranda Jatim. Dalam sesi ini, para finalis melakukan eksplorasi sekaligus memproduksi konten kreatif dengan mengangkat berbagai produk lokal.
Para finalis juga memperoleh materi pengembangan diri berupa catwalk dan public speaking yang disampaikan oleh Angelina Prahara dan Rif’at Farih. Sesi ini bertujuan meningkatkan kepercayaan diri serta kemampuan komunikasi peserta di depan publik.
Sebagai penutup, kegiatan diakhiri dengan sesi koreografi tari yang dipandu oleh Najma, yang turut mempererat kebersamaan antar finalis.
Kegiatan Youth Influencer Visit to Beranda Jatim ini diharapkan mampu mencetak generasi muda yang tidak hanya kreatif dalam berkonten, tetapi juga memiliki jiwa kepemimpinan, kemampuan komunikasi, serta kepedulian terhadap pengembangan potensi lokal di Jawa Timur.















