Memuat...

  • 18 Apr, 2026

Bukan Tentang Apa Yang Dikenakan, Namun Tentang Apa Yang Diperjuangkan: 700 Toga dan Setiap Cerita Dibaliknya.

Bukan Tentang Apa Yang Dikenakan, Namun Tentang Apa Yang Diperjuangkan: 700 Toga dan Setiap Cerita Dibaliknya.

Potret berlangsungnya proses Wisuda Universitas Wijaya Kusuma Surabaya (UWKS) yang digelar di Bangsal Poncowaliko, Foto: Tim Redaksi AKTUAL

 

Surabaya, 18 Oktober 2025 – Universitas Wijaya Kusuma Surabaya gelar upacar wisuda dengan 700 wisudawan, acara yang menjadi bukti bahwa setiap langkah yang mereka ambil membuahkan hasil, tercetak menjadi lulusan yang siap bersaing dan mampu berkembang dan dipercaya masyarakat. Kain hitam ini menjadi saksi bagaimana kesulitan yang mereka lalui hingga di titik ini. 

Tak ada jalan yang mulus, penulisan hasil penelitian menjadi salah satu rintangan bagi hampir setiap mahasiswa, membagi waktu untuk kegiatan akademik dan non-akademik juga menjadi halangan tersendiri untuk mahasiswa. 

 

 

Ratih Kumaladewi wisudawan terbaik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik mengutarakan sulitnya penulisan tesis yang ia kerjakan, “Kita harus turun kelapangan untuk mewawancarai narasumber, dalam tesis itu juga kita diwajibkan untuk menulis pernyataan yang faktual, momen momen itu yang paling sulit” ujar Ratih. 

Mahasiswa tidak hanya dituntut untuk aktif dalam akademik namun juga dalam berorganisasi, bahkan beberapa diantarnya harus membagi waktu juga untuk pekerjaan yang mereka lakukan. 

 

 

Bara, salah satu wiusdawan Fakultas Hukum memberikan pengalamannya dalam membagi waktu antara akademik, non-akademik ataupun kegiatan diluar kampus, ia berujar bahwa setiap kegiatan ekstra yang dilakukan harus disesuikan dengan jadwal kuliah, dengan tetap mengutamakan akademik. 

Selain Bara, ada Karma Bakti, wisudawan terbaik Fakultas Pertanian yang menjalankan studi lanjut sembari bekerja, ia mengatakan “Tentunya ada dilema perkuliahan yang mana kita harus membagi waktu antara akademik dan non-akademik, saya sendiri menjalankan studi lanjut tanpa biaya orang tua, terkadang pekerjaan saya bertabrakan dengan deadline tugas kuliah, namun untungnya saya berhasil” ucapnya.

Namun tentunya dibalik itu semua ada kunci sukses yang telah dirancang sejak awal, Luckita Budiarti wisudawan terbaik Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan mengatakan bahwa kunci suksesnya adalah tekun terhadap apa yang ia inginkan, tetap jalani apa yang telah dirancang dari awal dengan melewati setiap kesulitan. 

 

 

Sedangkan Adelia Bilqis, wisudawan terbaik Fakultas Hukum membagikan kunci sukses nya dengan rancangan yang telah ia siapkan untuk dirinya sendiri, “Saya sendiri telah planning semua, semester satu dan seterusnya saya harus melakukan apa, saya juga aktif di organisasi yang mana itu juga menambah nilai saya” ungkap Adelia. 

Wisuda bukan sekedar acara, toga bukan sekedar kain, dan gelar bukan tentang huruf-huruf, semua itu adalah perjuangan, perjuangan untuk menempuh langkah selanjutnya. 

 

 

Menjadi wisudawan bukan tentang hari-hari penuh tugas yang berakhir atau penelitian yang tak kunjung usai namun menjadi wisudawan artinya siap bersaing, mampu terjun langsung dan bergelut dengan kehidupan profesional. 

Duduk diantara ratusan orang sembari menunggu nama nya diucapkan adalah bukti bagaimana dunia perkuliahan memahat mereka. Bagi seluruh wisudawan Universitas Wijaya Kusuma Surabaya, kami ucapkan selamat dan sukses.

SALAM PRODUKTIF!!