Kelompok A5 KKN UWKS, Foto: Istimewa
SURABAYA – Sebanyak 26 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Mahasiswa dan Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PMPM) Kelompok A5 Universitas Wijaya Kusuma Surabaya (UWKS) melaksanakan berbagai program pengabdian di RW 004, Kelurahan Made, Kecamatan Sambikerep, Surabaya. Kegiatan yang berlangsung sejak 2 Mei hingga 5 Juni 2026 tersebut mengusung tema Pemberdayaan Masyarakat di Bidang Teknologi, Kesehatan, Ekonomi, Lingkungan, dan Sosial.
Berbagai program kerja dirancang berdasarkan kebutuhan masyarakat setempat. Mulai dari penyuluhan ide bisnis bagi Karang Taruna, kegiatan belajar interaktif untuk anak-anak PAUD, penyuluhan hewan kurban ASUH (Aman, Sehat, Utuh, dan Halal), hingga pelatihan hidroponik sederhana menggunakan botol bekas sebagai media tanam.
Salah satu program yang menarik perhatian masyarakat adalah pelatihan hidroponik sederhana bersama anak-anak PAUD. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa mengajarkan cara menanam seledri dan pakcoy menggunakan botol bekas dengan media tanah. Selain mengenalkan cara bercocok tanam sejak dini, kegiatan ini juga bertujuan menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan melalui pemanfaatan kembali sampah plastik.
Ketua Kelompok KKN A5, Teguh Ainur Rohman, mengatakan bahwa metode sederhana dipilih agar masyarakat dapat dengan mudah menerapkannya secara mandiri di rumah.
"Kami memilih metode yang sederhana dan murah agar anak-anak maupun orang tua dapat langsung mempraktikkannya. Botol bekas mudah diperoleh dan tanah juga tersedia di sekitar lingkungan, sehingga kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal mengenalkan pertanian perkotaan sejak usia dini," ujarnya.
Di bidang ekonomi, mahasiswa memberikan penyuluhan mengenai peluang usaha bermodal kecil, strategi pemasaran digital, serta pentingnya kemasan produk bagi anggota Karang Taruna. Sementara itu, pada bidang kesehatan, mahasiswa bersama Fakultas Kedokteran Hewan memberikan edukasi mengenai kriteria hewan kurban yang memenuhi standar ASUH menjelang Hari Raya Iduladha.
Sebagai bentuk apresiasi dan dukungan terhadap kebersihan lingkungan, Kelompok A5 juga menyerahkan tiga unit tong sampah kepada pengurus RW 004 Made pada acara penutupan KKN. Bantuan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk membuang dan memilah sampah sejak dari rumah.
Ketua RW 004 Made, Matsidi, mengapresiasi berbagai program yang telah dilaksanakan mahasiswa selama kegiatan KKN berlangsung.
"Mahasiswa KKN A5 tidak hanya datang, tetapi benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat. Mereka berbagi ilmu, mendampingi anak-anak belajar, hingga memberikan fasilitas yang memang dibutuhkan warga. Kami berharap hubungan baik ini dapat terus terjalin," ungkapnya.
Melalui berbagai program tersebut, Kelompok KKN A5 berharap ilmu dan inovasi yang telah diberikan dapat terus dimanfaatkan oleh masyarakat. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk nyata pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, sekaligus menunjukkan bahwa pengabdian kepada masyarakat dapat dilakukan melalui program-program yang sederhana, relevan, dan berkelanjutan.
Editor: Ardian Reza Pahlevi














