Memuat...

  • 19 Jun, 2026

UKM Panahan Kesatria Wijaya UWKS Berhasil Sabet Dua Medali Emas di Ajang Nasional USM Archery Championship 2026

UKM Panahan Kesatria Wijaya UWKS Berhasil Sabet Dua Medali Emas di Ajang Nasional USM Archery Championship 2026

Foto UKM Panahan Kesatria Wijaya di Ajang Nasional USM Archery Championship 2026, Foto: Istimewa

 

SURABAYA – Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Panahan Kesatria Wijaya Universitas Wijaya Kusuma Surabaya (UWKS) sukses menorehkan prestasi gemilang dengan memborong empat medali, termasuk dua medali emas, dalam ajang USM National Archery Championship 2026. Kompetisi tingkat nasional tersebut berlangsung sengit di Gelora Universitas Semarang selama tiga hari, mulai Kamis (11/6) hingga Sabtu (13/6) lalu.

Ketua Umum UKM Panahan Kesatria Wijaya UWKS Periode 2025-2026, Abdur Rachman, merinci deretan para atlet kebanggaan kampus yang berhasil mendapatkan juara. Medali emas pertama berhasil diraih oleh Cahya Permata, mahasiswi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) angkatan 2025, yang turun di kategori Eliminasi Putri. Tidak hanya itu, Cahya juga turut menyumbangkan medali perak di kategori Kualifikasi Putri, serta medali perunggu di kategori Mix Team yang berpasangan dengan Muhammad Alfian Fariz dari Fakultas Hukum (FH) angkatan 2022.

Sementara itu, medali emas kedua berhasil diamankan dari kategori Beregu Putra yang beranggotakan tiga orang, yakni Abdur Rachman sendiri dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) angkatan 2023, Rasyad Alhafizh yang juga berasal dari FEB angkatan 2025, serta Muhammad Alfian Fariz.

"Perolehan medali ini jelas melampaui ekspektasi kami. Hampir semua atlet yang ikut serta berhasil memperoleh medali dalam kompetisi tersebut," ungkap Abdur.

Perjuangan di Balik Keterbatasan

Kesuksesan luar biasa ini diraih melalui persiapan matang lewat pemusatan latihan intensif selama kurang lebih dua bulan. Proses seleksi difokuskan pada mahasiswa yang menunjukkan keaktifan tertinggi dalam berlatih serta memiliki komitmen kuat untuk bertanding mewakili kampus.

Namun, jalan menuju juara selalu tidak lepas dari sejumlah rintangan. Dari sisi manajerial, pengurus UKM Panahan Kesatria Wijaya harus bekerja ekstra keras untuk mengurus perizinan dari orang tua atlet, menyusun jadwal latihan yang tidak bentrok dengan jam kuliah, hingga memastikan kelayakan akomodasi selama kontingen berada di Semarang.

Tantangan teknis di lapangan pun turut menguji mental para atlet. Keterbatasan area latihan khusus panahan di dalam kampus sempat memicu insiden yang tak terduga.

"Karena terbatasnya area latihan, sempat ada kejadian salah satu anak panah (arrow) mengenai unit AC outdoor hingga menyebabkan kerusakan," jelas Abdur via Whatsapp kepada Tim Redaksi AKTUAL.

Meski demikian, tim pelatih dan pengurus terus berupaya menjaga motivasi atlet agar tetap fokus dan semangat pantang menyerah.

Bidik Target Selanjutnya dan Restu Orang Tua

Sebagai Ketua UKM Panahan Kesatria Wijaya, Abdur menekankan bahwa aspek non-teknis seperti doa dan dukungan keluarga juga menjadi pondasi utama dalam keberhasilan para kontingen. Ia berpesan kepada seluruh anggota untuk selalu mengedepankan etika di samping skill memanah.

"Berlatihlah dengan semangat dan senyaman mungkin. Tetaplah hormat kepada orang tua dan mereka yang selalu menemani saat berlatih, karena tanpa restu mereka, kami tidak akan bisa berangkat untuk berkompetisi di luar Surabaya," tegasnya.

Abdur berharap capaian di Semarang ini mampu membuat organisasi UKM Panahan Kesatria Wijaya UWKS menjadi semakin solid dan memacu lebih banyak mahasiswa untuk menorehkan prestasi. Usai euforia kemenangan ini, skuad panahan UWKS tidak akan berlama-lama beristirahat. Kabarnya, mereka telah menetapkan target selanjutnya dan siap kembali menarik busur dalam kejuaraan nasional yang akan diselenggarakan di Universitas Gadjah Mada (UGM) pada 8–12 Juli 2026 mendatang.

Keberhasilan yang membanggakan dari UKM Panahan Kesatria Wijaya di ajang Nasional USM Archery Championship 2026 ini pada akhirnya bukan hanya sekadar pencapaian bagi para atlet semata, melainkan juga aksi nyata dari mahasiswa dalam mengharumkan nama UWKS di kancah nasional. Prestasi ini juga sekaligus menjadi bukti sah bahwa dengan mental baja dan tekad yang kuat, segala keterbatasan bukanlah penghalang dalam membentuk mental juara.
 

Editor: Ardian Reza Pahlevi

 

Ardian Reza Pahlevi

Ardian Reza Pahlevi

never forget these three words! please, sorry, thank you