Potret berlangsungnya proses Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) di Universitas Wijaya Kusuma Surabaya (UWKS) pada Jum'at (12/09/2025), Foto: Desinta Indah
SURABAYA - Hiruk pikuk demonstrasi yang melanda berbagai kota Indonesia pada awal September memaksa Universitas Wijaya Kusuma Surabaya mengambil keputusan sulit. Program Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) 2025 yang sudah dipersiapkan untuk berlangsung offline pada 1-4 September terpaksa beralih ke layar komputer. Keputusan ini diambil demi keselamatan ribuan mahasiswa baru yang seharusnya merasakan pengalaman pertama mereka di kampus.
Namun, kabar gembira datang ketika situasi mulai kondusif. Beberapa fakultas akhirnya bisa menggelar momen yang dinanti-nantikan yakni PKKMB offline tambahan pada Jumat (12/9/2025). Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), dan Fakultas Teknik (FT) berhasil memberikan pengalaman langsung yang selama ini hanya bisa dirasakan melalui layar zoom.
Kristina Yona, Gubernur BEM FEB, masih ingat betul kekecewaan awal ketika harus membatalkan segala persiapannya. "Kita juga udah menyiapkan konsumsi terus tiba-tiba online jadi harus dibatalin semuanya," kenang mahasiswa Akuntansi ini.
Kesulitan utama muncul saat sesi penjelasan penyusunan Kartu Rencana Studi (KRS) dimana mahasiswa baru kebingungan tanpa bimbingan langsung. Namun, semua rasa kecewa terbayar lunas ketika akhirnya bisa bertemu secara tatap muka. Mata Kristina berbinar saat menceritakan momen orasi yang membuatnya terharu, ratusan mahasiswa baru menyanyikan yel-yel dengan penuh semangat, wajah mereka memancarkan kebanggaan karena dapat menjadi bagian dari keluarga besar FEB UWKS.
Ardi Al Fatich dari FKIP tak menyembunyikan kekecewaannya terhadap format yang terpotong ini. "Menurut saya masih kurang esensinya karena biasanya PKKMB fakultas itu 2 hari, jadi apa saja yang kita sampaikan masih kurang," ungkap mahasiswa Pendidikan Matematika ini.
Tradisi sakral pengibaran koreo yang menjadi kebanggaan kampus pun harus tertunda. Meski begitu, momen inagurasi berhasil menciptakan ledakan euforia yang membuat Ardi menilai keberhasilan acara mencapai 75 persen. Tidak sempurna, tapi cukup memuaskan.
Sementara itu, Ahmad Navis mahasiswa baru program studi pendidikan bahasa Inggris mencerminkan wajah kegembiraan. "It's different vibes, kita bisa merasakan keseruan di sini dan kita bisa merasakan ketegasan kakak-kakak di sini," ujarnya dengan antusias.
Kedisiplinan terasa nyata melalui pengecekan kelengkapan, kontras dengan kelonggaran yang diberikan saat online. Yang paling membekas adalah moment yel-yel yang memecah keheningan dan sesi tukar kado yang hangat. Bahkan dengan canda tawa, Navis berkomentar soal panitia yang "marah tapi lucu", khususnya panitia yang memiliki nama yang sama dengannya yaitu Kak Navis, menurutnya ia masih bisa jadi lebih garang.
SALAM PRODUKTIF!!
Editor: Daffa Livia













