Memuat...

  • 18 Apr, 2026

FKMTSI Gelar Temu Wicara Nasional, Wadah Aspirasi Mahasiswa Teknik Sipil Nasional

FKMTSI Gelar Temu Wicara Nasional, Wadah Aspirasi Mahasiswa Teknik Sipil Nasional

Foto kegiatan Temu Wicara Nasional.

 

SURABAYA – Forum Komunikasi Mahasiswa Teknik Sipil Indonesia (FKMTSI) kembali menggelar agenda rutin tahunan Temu Wicara Nasional (TW Nas) diselenggarakan di Samarinda, Kalimantan pada Senin-Minggu (1-7/12/2025). Acara ini tidak hanya menjadi ajang kongres nasional, tetapi juga menampilkan rangkaian kegiatan berbasis akademik yang dirancang untuk memperkaya wawasan dan kolaborasi antar-mahasiswa teknik sipil dari berbagai daerah.

Menurut salah satu peserta, acara ini menyelenggarakan kongres yang mempertemukan seluruh perwakilan dari masing-masing wilayah di tanah air. Kegiatan ini bertujuan untuk menentukan koordinator umum dan tuan rumah Temu Wicara Nasional sekaligus menyambung tali silaturahmi antar peserta forum. Alief Farhan Febrianto peserta dari UWKS, menyampaikan bahwa “Saya di sini bertemu dengan berbagai macam orang, mulai teman-teman dari Aceh hingga Papua,” ujar Alief.

Meskipun terdapat banyak perbedaan, selama berlangsungnya kongres mereka menghadapi berbagai tantangan, seperti perbedaan tata bahasa namun pada akhirnya seluruh peserta dapat bersatu dalam Forum Mahasiswa Teknik Sipil Indonesia. Acara ini mampu meningkatkan kemampuan komunikasi para peserta. Hal ini karena selama kongres berlangsung, peserta dituntut untuk berani berkomunikasi satu sama lain, mengingat kegiatan tersebut merupakan wadah berskala nasional.

Menurut penyelenggara, TW Nas merupakan program wajib setiap tahun yang selaras dengan visi FKMTSI. Organisasi ini dibentuk khusus sebagai wadah strategis untuk menampung, mengakomodasi, dan menyalurkan aspirasi mahasiswa teknik sipil Indonesia. Melalui kongres dan sesi akademik, peserta dapat membahas isu-isu krusial seperti pembangunan infrastruktur berkelanjutan, inovasi teknologi konstruksi, serta tantangan pendidikan teknik sipil di era digital.

Pelaksanaan kegiatan dinyatakan telah terlaksana sesuai dengan susunan acara yang dipublikasikan, meliputi Opening Ceremony, Seminar Nasional (1-3). Kegiatan P2M (2 Desember 2025) di Sungai Karang Mumus terlaksana dengan rangkaian kegiatan edukatif dan aksi lapang: briefing ekologi sungai, safety talk, pembersihan sampah terpilah (mengutamakan sampah bukan tumbuhan aquatik), serta kampanye “memungut sehelai sampah”. Kegiatan ini mencerminkan komitmen sosial organisasi terhadap pelestarian lingkungan dan pendekatan edukatif kepada masyarakat setempat.

Penggalangan dana untuk korban bencana banjir di Pulau Sumatra dan Aceh yang dilaksanakan pada 6 Desember 2025 di area-area sekitar kampus UNTAG direalisasikan dalam bentuk pengumpulan donasi tunai atau transfer serta inisiatif solidaritas. Kegiatan ini menjadi bagian resmi dari rangkaian kegiatan dan harus dipertanggungjawabkan secara administratif dan publik.

Sidang Pleno III membahas dan menetapkan perubahan administrasi keanggotaan (perubahan nama, penambahan, pemecahan, dan penghapusan instansi) untuk beberapa
wilayah termasuk Wilayah 2, 3, 4, 6, 8, 9, dan 10 yang dinyatakan sah.

Seluruh rekomendasi internal dan eksternal yang disahkan oleh Kongres menjadi pedoman kerja organisasi. Koordinator Umum terpilih dan Koordinator Wilayah wajib menindaklanjuti rekomendasi tersebut sesuai mekanisme dan jadwal yang disepakati.

Temu Wicara Nasional FKMTSI ke-35 dinyatakan berhasil memenuhi tujuan penyelenggaraan sebagai forum konsolidasi nasional, peningkatan kapasitas teknis, dan wujud tanggung jawab sosial. Keberhasilan ini harus diteruskan dengan mekanisme tindak lanjut yang sistematis, akuntabel, dan terukur.

Muhammad Reza Fahlevi, Penanggung Jawab Koordinator FKMTSI menyampaikan komitmennya. "Kami berkomitmen menciptakan platform yang inklusif bagi ribuan mahasiswa teknik sipil di tanah air. TW Nas bukan sekadar acara, melainkan momentum untuk membangun jaringan dan solusi nyata bagi aspirasi mereka," ujarnya.

Acara ini diharapkan mampu melahirkan rekomendasi konkret yang dapat diserap oleh pemerintah, perguruan tinggi, dan industri konstruksi. Hingga kini, pendaftaran peserta masih dibuka untuk memastikan partisipasi luas dari seluruh wilayah Nusantara.

Editor: Daffa Livia