Memuat...

  • 18 Apr, 2026

DARI MOMEN KE MOMEN: MAHASISWA BARU UWKS IKUTI KEGIATAN NAPAK TILAS

DARI MOMEN KE MOMEN: MAHASISWA BARU UWKS IKUTI KEGIATAN NAPAK TILAS

Foto bersama Peserta Napak Tilas 2025 di Candi Penataran, Blitar, Sabtu (1/11/2025), Foto: Desinta Indah

 

SURABAYA — Universitas Wijaya Kusuma Surabaya (UWKS) kembali menyelenggarakan kegiatan tahunan Napak Tilas yang bertujuan memperkenalkan sejarah yayasan dan universitas kepada mahasiswa baru angkatan 2025/2026. Kegiatan ini dibuka dengan sambutan oleh Rektor UWKS, Prof. Dr. Ir. Rr. Nugrahini Susantinah Wisnujati, M.Si., serta ditutup dengan sesi foto bersama sebelum pemberangkatan. 

Kegiatan berlangsung setiap hari Sabtu dan Minggu sejak September 2025 dan dilaksanakan di sejumlah situs bersejarah peninggalan Majapahit, seperti Pendopo Agung Trowulan, Kabupaten Mojokerto dan Candi Penataran, Blitar.

 

 

Pemateri napak tilas, Andi Aruji, S.E., M.Agr., menjelaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya memperkenalkan sejarah yayasan dan Universitas Wijaya Kusuma Surabaya, tetapi juga menjadi dasar pembentukan karakter mahasiswa baru. 

Melalui rangkaian materi mengenai sejarah berdirinya yayasan dan universitas, mahasiswa diperkenalkan pada nilai-nilai kewijayakusumaan: Tatag, Teteg, Tangguh, Tanggon, dan Trapsilo. Nilai-nilai tersebut ditanamkan sebagai pondasi agar mahasiswa UWKS memiliki karakter kuat dan berintegritas. 

 

8d030ae7-92e1-4d54-ba61-0aa79e9175d9.webp

Situs bersejarah peninggalan Majapahit, Pendopo Agung Trowulan (Kiri) dan Candi Penataran Blitar (Kanan), Sabtu (1/11/2025).

 

Beliau juga menjelaskan, kegiatan ini diharapkan mampu membantu mahasiswa baru dalam memahami makna ‘wijaya’ dalam nama Universitas Wijaya Kusuma Surabaya, dapat memaknai Candi Penataran sebagai lambang universitas serta dapat memahami arti dari ‘Anggung Wimbuh Linuwih’ sebagai motto Universitas Wijaya Kusuma Surabaya. 

Universitas Wijaya Kusuma adalah kampus yang mengadaptasi filosofi Kerajaan Majapahit sebagai konsep utama dasar pendidikan karakter. Pada kegiatan ini, mahasiswa juga diperkanalkan dengan keterikatan Wijaya Kusuma dengan Kerajaan Majapahit, mendorong keyakinan mahasiswa baru dengan keberadaan Kerajaan Majapahit. 

 

 

“Saat ini banyak narasi-narasi dari radio yang menjurus pada konsep bahwa Kerajaan Majapahit adalah fiksi, dari kegiatan ini kita perkenalkan kembali bahwa Kerajaan Majapahit benar adanya,” ujar Andi Aruji.

Kesimpulannya kegiatan ini ada untuk membantu mahasiswa memahami dan menghayati filosofi serta sejarah berdirinya yayasan dan universitas wijaya kusuma, menanamkan lebih dalam sifat dan karakter dari Raden Wijaya yang menjadi konsep dasar kewijayakusumaan. 

 

 

“Setelah mendengarkan dan memahami arti dari kegiatan ini, mahasiswa diharapkan mampu mengembangkan apa yang seharusnya dikembangkan, selayaknya Raden Wijaya yang dikenal sebagai anak desa mampu mengembangkan kerajaan, mahasiwa juga diharapkan melakukan hal yang sama terhadap kampus,” ujar Drs. H.Soedijatmiko, M.M., selaku ketua pengurus yayasan UWKS.

SALAM PRODUKTIF!!

Editor: Daffa Livia