Penyerahan Bank Sampah Kelompok C2 KKN UWKS dari Dosen Pembimbing Lapangan Evianah, SE, M.Si kepada Ketua RW 4 Kelurahan Simomulyo Baru, Foto: Istimewa
SURABAYA – Kelompok C2 Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Wijaya Kusuma Surabaya (UWKS) sukses merampungkan pembangunan fasilitas fisik Bank Sampah di lingkungan RW 4, Kelurahan Simomulyo Baru, Kecamatan Sukomanunggal, Kota Surabaya, Provinsi Jawa Timur. Meski sempat dihadapkan pada keterbatasan peralatan di lokasi, mahasiswa berhasil mendirikan struktur bangunan dengan panjang 150cm, tinggi 120cm dan lebar 80cm tersebut hanya dalam waktu lima hari kerja.
Ketua Pelaksana KKN C2 UWKS, Davina Puspita Putri, menjelaskan bahwa program ini dirancang khusus untuk memperkuat ekosistem pengelolaan sampah yang sudah diinisiasi oleh warga setempat, yakni Bank Sampah "Ngerekso Uwoh". Ia menegaskan bahwa kehadiran Bank Sampah ini murni sebagai bentuk dukungan infrastruktur, bukan untuk menyaingi fasilitas yang sudah ada.
"Tujuan spesifik kami bukanlah mendirikan entitas pengelola sampah yang baru. Mengingat Bank Sampah 'Ngerekso Uwoh' milik warga masih dalam tahap pengembangan, jadi kami berupaya memberikan dukungan fasilitas fisik penampungan sementara yang selanjutnya kami hibahkan untuk dikelola langsung di bawah naungan warga," ujar Davina.
Siasati Minimnya Alat dengan Gotong Royong
Proses pembangunan fasilitas tersebut beberapa kali menguji kekompakan antar para mahasiswa. Pasalnya ia mengungkapkan, bahwa peralatan pertukangan yang kurang memadai menjadi tantangan teknis utama pembangunan proyek ini di lapangan.
"Kami harus memutar otak dan bergotong royong menggunakan peralatan seadanya untuk memastikan struktur bangunan tersebut bisa berdiri kokoh. Syukurlah, dalam lima hari jam kerja, fasilitas ini sudah layak pakai dan siap dihibahkan," ungkanya.
Pendekatan Fleksibel di Tengah Padatnya Perkotaan
Selain kendala teknis, tantangan lainnya dalam pelaksanaan program kerja ini adalah penyesuaian dengan ritme kehidupan dari masyarakat sekitar. Mengubah kebiasaan masyarakat dari membuang sampah menjadi menabung sampah ini membutuhkan komunikasi yang intens, sementara jadwal luang warga dan mahasiswa kerap tidak sejalan atau bahkan bertabrakan.
Untuk menyiasatinya, Kelompok KKN C2 tidak mengumpulkan massa dalam forum formal yang menyita waktu, melainkan melakukan pendekatan dan sosialisasi secara fleksibel di sela-sela aktivitas harian warga.
Langkah adaptif ini disambut positif oleh Ketua RW 4 Kelurahan Simomulyo Baru, Sumargono. Ia memberikan keleluasaan penuh bagi para mahasiswa untuk berinteraksi dengan masyarakat.
Sumargono juga memaparkan bahwa fasilitas dari mahasiswa ini akan sangat membantu operasional dari Bank Sampah warga yang telah memiliki Surat Keputusan (SK) resmi. Ia menjelaskan filosofi di balik penamaan bank sampah tersebut.
"Mayoritas kami adalah suku Jawa, jadi kami menamainya 'Ngerekso Uwoh'. Ngerekso berarti merawat, dan uwoh berarti sampah. Artinya adalah merawat sampah supaya bisa dimanfaatkan kembali," jelas Sumargono.
Kolaborasi antara inisiatif warga dan sentuhan fisik dari mahasiswa KKN UWKS ini diharapkan dapat menjadi langkah awal yang solid untuk kebersihan dan kemandirian lingkungan di RW 4 Simomulyo Baru.
SALAM PRODUKTIF















